Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Evan Meninggal Akibat Kegiatan MOS Jalan Kaki 4 Km

Evan Meninggal Akibat Kegiatan MOS Jalan Kaki 4 Km

Evan Meninggal Akibat Kegiatan MOS Jalan Kaki 4 Km

Berita Terkini Hari Ini - Evan Meninggal Akibat Kegiatan MOS Jalan Kaki 4 Km

Balon, rambut kuncir atau potongan cepak cepak, papan nama besar diikat tali rafia, topi dari ember atau keranjang sayur, tas dari karung atau plastik sampah, hanyalah sedikit contoh aribut yang nyaris kita lihat setiap kali

penerimaan siswa baru di SMP dan SMA.

Pernak-permik tersebut harus dibawa siswa baru dengan perintah dan intruksi yang disampaikan “penuh semangat” hingga menimbulkan rasa takut. Suara keras, bentakan, hukuman fisik, juga menjadi bagian yang lumrah terjadi.

Alih-alih membangun mental, masa orientasi di sekolah yang demikian justru membuat siswa menjadi pengecut, penakut, hingga mematuhi apa saja yang diperintahkan senior sekalipun merepotkan banyak pihak–tidak hanya

siswa baru yang bersangkutan, mahal, tidak logis bahkan tidak bermoral.

Seorang siswa SMP Flora, Bekasi, bernama Ivan Situmorang meninggal dunia. Kabar meninggalnya Ivan ramai diperbincangkan di media sosial lantaran usai mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS).

Evan mengalami sakit di bagian kaki setelah berjalan hingga 4 kilometer atas perintah seniornya saat hari terakhir Masa Orientasi Sekolah (MOS) di sekolahnya.

“Tanggal 9 Juli itu kan dia terakhir MOS di SMP Flora. Dia cerita sama saya disuruh jalan kaki dari sekolahnya di Pondok Ungu Blok A ke perumahan Puri. Lalu dari sana jalan kaki lagi ke POM bensin Pondok Ungu dan jalan

lagi ke sekolah. Itu rutenya memutar dan ada sekitar 4 kilometer,” ujar ibunda Evan.

Ratna bercerita, kegiatan berjalan kaki sejauh itu merupakan kegiatan “cinta lingkungan” yang diadakan panitia MOS. Setelah pulang dari kegiatan itu, Evan mengeluh sakit di bagian kaki kepada ibunya. Kakinya keram dan biru-

biru.

Ibunda Evan

“Kaki Evan sakit, bu,” terang Ratna.

Ratna mengatakan, Evan masih tetap ingin masuk sekolah pada keesokan harinya. Bahkan, Evan bercerita bahwa dia sempat bermain futsal di sekolah. Setelah itu kondisi kakinya semakin bertambah parah

“Tapi dia itu enggak pernah mengeluh, tetap sekolah,” tutur Ratna.

Rasa sakit itu terus dialami Evan hingga dua minggu. Pengobatan yang dilakukan Evan hanya ala kadarnya.

Ratna bercerita, Evan jatuh di kamar mandi sekolah. Ratna menduga kaki anaknya kembali keram dan tak kuat berjalan hingga terjatuh.

“Setelah itu saya ditelepon dari sekolah. Bilangnya anak saya kakinya keram enggak bisa jalan, enggak bisa berdiri. Saya ini juga guru ya, saya langsung jemput anak saya di sekolah,” ujar Ratna.

Setelah peristiwa jatuh di kamar mandi, Evan tidak masuk sekolah. Ratna kembali mengajak anaknya berobat di puskesmas. Pada Kamis sore, tiba-tiba Evan kejang-kejang.

Ratna langsung panik melihat kondisi anaknya. Saat itu, ia mencari bantuan warga sekitar di lingkungan rumahnya yang sedang sepi saat itu.

“Kata dokter, maaf bu, anak ibu sudah meninggal dalam perjalanan,” ujar Ratna.

“Saya enggak mau anak saya mati dokter. Saya enggak mau. Tapi suami saya bilang, ya sudah ikhlaskan saja,” terang Ratna.

Comments are disabled
Rate this article