Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ SPORT HOKI / Disundul Rossi di Kecepatan 200 Km per Jam, Lorenzo: Sungguh Menakutkan

Disundul Rossi di Kecepatan 200 Km per Jam, Lorenzo: Sungguh Menakutkan

Disundul Rossi di Kecepatan 200 Km per Jam, Lorenzo: Sungguh Menakutkan

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menyundul motor bagian belakang Jorge Lorenzo di MotoGP Belanda, Minggu (1/7/2018). Insiden ini terjadi pada lap kelima.
 
Pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Rossi yang sedang berada di kecepatan 200 km/jam menyundul bagian belakang motor Ducati milik Lorenzo. Insiden itu membuat bagian belakang sepeda motor Lorenzo rusak.
 
Untungnya, Lorenzo dan Rossi tidak mengalami kecelakaan. Keduanya bisa melanjutkan balapan hingga garis finis.
 
“Yang terjadi itu sangat menakutkan. Saya tidak tahu apa yang terjadi di belakang,” kata Lorenzo, dikutip.
 
“Saya tidak tahu siapa yang menabrak dan tak mengetahui di mana keberadaan si penabrak. Apakah itu Marquez atau pembalap lain. Tapi akhirnya saya tahu itu Rossi. Kami sangat beruntung,” ujar pembalap MotoGP asal Spanyol tersebut.
 
Salahkan Ban
 
Lorenzo tak mau menyalahkan Rossi dalam insiden tersebut. Eks rider Movistar Yamaha itu malah menyebut produsen ban MotoGP, Michelin, yang menjadi penyebabnya.
 
“Kami masih bermasalah dengan Michelin. Kami lebih banyak masuk grup di ban belakang. Di Le Mans, saya kehilangan bagian depan dan itu terjadi lagi di sini.”
 
“Saya hanya sedikit berada di dalam. Saya menyentuh garis putih dengan bagian depan yang tertutup,” ucap Lorenzo menegaskan.
 
Komentar Rossi
 
Sementara itu, Rossi lega dirinya tidak terjatuh usai menabrak Lorenzo. Namun, Rossi menyebut Lorenzo terlalu banyak membuang waktu di tikungan ke-12.
 
“Kami sangat beruntung, saya dan Lorenzo. Tapi, Lorenzo membuang banyak waktu, kehilangan ban depan dan saya tiba di belakang dengan kecepatan tinggi. Jadi, saya menyundulnya.”
 
“Jujur saja, kami sangat beruntung karena saya menyundulnya dengan sempurna di bagian belakang,” kata pembalap asal Italia tersebut.
Comments are disabled
Rate this article