Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA DUNIA / Dengan Kuasa Allah, Orang Indonesia Ini Taklukkan Everest

Dengan Kuasa Allah, Orang Indonesia Ini Taklukkan Everest

Dengan Kuasa Allah, Orang Indonesia Ini Taklukkan Everest

Berita Terbaru Hari Ini - Dengan Kuasa Allah, Orang Indonesia Ini Taklukkan Everest

Indonesia menjadi Negara Asia Tenggara pertama yang berhasil menaklukkan puncak tertinggi di dunia, yaitu puncak Mount Everest, pada tahun 1997. Keberhasilan ini diraih oleh salah satu anggota Kopassus Indonesia, yaitu

Pratu Asmujiono, yang saat itu berusia 25 tahun dan berhasil mencapai puncak Mount Everest pada 26 April 1997.

Misi ekspedisi ini awalnya diprakarsai oleh Danjen Kopasus Mayjen TNI Prabowo Subianto, namun karena bahayanya pendakian tersebut, banyak yang mencibir dan mengatakan bahwa Prabowo sudah gila.

Namun, dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara, akhirnya Kopassus dan Pecinta Alam bersedia menyelesaikan misi ini. Maka, Tim Nasional Indonesia yang terdiri dari Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI

berangkat dan melakukan pendakian melalui jalur selatan Nepal pada 12 Maret 1997.

Pratu Asmujiono-

Akhirnya, selama 46 hari Pratu Asmujiono berhasil mencapai puncak tertinggi di dunia, yaitu Mount Everest. Ia melakukan kesalahan yang sangat fatal, yaitu melepas masker oksigennya di puncak yang mematikan itu.

Namun, tujuannya melepas masker oksigennya bukan tanpa alasan, Pratu kemudian mengumandangkan adzan, betapa indahnya, betapa merdunya, betapa membahagiakannya mendengar adzan di puncak tertinggi di dunia itu.

Setelah menyelesaikan adzan, ia kembali mengenakan masker oksigennya dan bersiap untuk kembali turun. Namun setelah pendakian, Pratu mengalami sinus akut dan 1/4 otaknya membeku hingga sekarang. Namun berkat dia,

nama Indonesia menjadi harum di mata dunia dan membuat bangga negeri ini.

Dialah Pratu Asmujiono, orang Indonesia pertama dan orang Islam pertama yang berhasil mencapai puncak tertinggi di dunia Mount Everest, yang berhasil membuat Indonesia terkenal di mata dunia.

Comments are disabled
Rate this article