Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Cerita Unik di Balik Warna Legendaris BMW M

Cerita Unik di Balik Warna Legendaris BMW M

Cerita Unik di Balik Warna Legendaris BMW M

Warna khas BMW M atau BMW Motorsport kini terpasang di mana-mana. Bukan hanya terpasang di tim balap, warna tersebut juga dijual sebagai aksesori.
 
Warnanya merah, ungu, dan biru. Tiga garis warna jadi satu, dan menjadi kode bahwa sebuah BMW dikembangkan dengan kemampuan yang diperoleh tim balap mereka di lintasan.
 
Salah kaprah soal pemakain emblem warna tersebut di mobil reguler saja masih banyak hingga kini. Alasannya mungkin karena bangga, dan bisa diakui kalau paduan warna tersebut keren.
 
Yang tidak kalah unik adalah cerita di balik penggunaan warna tersebut. Ternyata pilihan warnanya itu lahir di tengah batalnya keterlibatan sponsor.
 
Sejarahnya dimulai nyaris 50 tahun yang lalu atau tepatnya empat puluh enam tahun yang lalu, saat BMW baru saja membuat tim BMW Motorsport.
 
“Seingat saya waktu itu Januari tahun 1972, saya diundang ke Munich, dan ditanya kalau-kalau saya tertarik untuk mengorganisasikan kegiatan balap dengan semangat baru,” kata Jochen Neerpasch, Direktur Motorsport BMW (1972-1980).
 
Selanjutnya
 
BMW bukan baru kali itu terjun di dunia balap. Namun, mereka mulai terjun ke European Touring Car Championship.
 
Saat itu, Formula 1 sudah terlihat membosankan. Mereka ingin merasakan sesuatu yang benar-benar beradrenalin, balapan dengan mobil yang biasa dipakai di jalan raya tetapi dengan kemampuan yang sedikit berbeda.
 
Tahap ini dimulai dengan lahirnya sebuah mobil khusus balap. Basisnya adalah BMW E9 yang suka disebut “Batmobile” tetapi berkode khusus: BMW 3.0 CSL.
 
Mobil tersebut dibangun dengan basis mesin 3.000 cc, tetapi di-boreup sedikit menjadi 3.003 cc, tetapi menggunakan bodi yang lebih tipis dan sebagiannya berbahan aluminium.
 
Jochen Neerpasch bersama tim saat itu mulai memikirkan warna yang akan dipakai. Di sisi lain, mereka juga harus mengajukan kontrak sponsor. Kebanyakan tim balap memanfaatkan dukungan dari perusahaan minyak.
 
Selanjutnya
 
BMW sendiri waktu itu mengajukan kontrak sponsor ke sebuah perusahaan minyak Texaco.
 
“Kontrak yang akan diajukan ditujukan untuk Texaco, dan warna dari Texaco adalah merah. Lalu kami kombinasikan warna itu dengan biru dan ungu, lalu dominasi warna putih,” ujarnya.
 
Sayangnya, kontrak tersebut gagal. Namun, ia bersama tim melihat kalau warna mobil tersebut cukup keren.
 
“Kami lihat kok desain ini bagus ya, dan akhirnya kami pakai, kami pertahankan,” ujarnya.
 
Warna yang menempel di BMW 3.0 CSL yang kemudian menjuarai sejumlah event memang sudah jauh dari warna Texaco. Prestasi mereka pun melegenda bersama mobil-mobil BMW yang terus dikembangkan dari zaman ke zaman dengan emblem M asli.
Comments are disabled
Rate this article