Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ HOKI 17 PLUS XXX / Cerita Sex Perawat Seksi Yang MengodaKu

Cerita Sex Perawat Seksi Yang MengodaKu

Cerita Sex Perawat Seksi Yang MengodaKu

Cerita Sex – Karena pekerjaan, ini menjadi hari pertamaku tinggal di Bandung selama 1 bulan. Kota yang di sebut Kota Kembang ini, aku menyewa kamar di rumah temanku. Menurut dia, rumahnya hanya ditinggali oleh Ayahnya yang sudah tua, satu orang perawat, dan seorang pembantu.

Aku menghampiri rumah tersebut, dan mengetuk pintu tak lama kemudian sesosok yang berpakai baju serba putih menyambutku dengan senyum manisnya. Kamu Pak Nasri ya..” tanyanya.

“Ya benar, saya temannya Mas Dika yang akan ngekost di sini. Loh, kamu sepertinya pernah kerja di Jawa ya ?”, jawabku mendadak. Perawat ini pernah aku lihat bekerja di sekitar kampungku sebagai baby sitter.

Iya memang benar, Saya dulu berhenti kerja karena ada rencana untuk kimpoi lagi. Saya itu dulu janda pak.., tapi mungkin belum jodoh.., eehh suami saya pergi sama cewek lain.., ya udah, saya cari kerja tempat lain dan suasana baru, sambil mataku memandangi seluruh tubuhnya.

Fitri nama si perawat itu kalo secara fisik memang ngak pantas menjadi perawat. Karena kulitnya putih mulus, wajahnya anggun, serta buah dadanya bulat, aku rasa dia ngak cocok jadi perawat, pikirku

Aku tergagap dan ngomong, hmmm.. Mbak Fitri, kalo bapak ada?

Bapak barusan sedang tidur. Tapi Mas Dika sudah nitip pesan sama saya. hayuk saya antarkan ke kamar.

Fitri menunjukkan kamar yang udah disediakan kepadaku. Kamarnya lumayan luas, ada AC, kamar mandi, dan sebuah meja kerja juga. Aku meletakkan koperku sambil melihat sekeliling, sementara Fitri merapikan sprey kasurku. ngak sengaja aku melihat Fitri yang sedang menunduk.

Dari balik baju putihnya terlihat belahan payudara yang bergayut ditutupi oleh BH berwarna pink. Darahku naik. Ooohh… Menggoda sekali janda perawat cantik, di rumah yang sering kosong ini” pikir jorokku

“Semuanya sudah Ok Pak… Silahkan istirahat.. Ujarnya
“Eeeh… ya… terima kasih”, jawabku

Suatu hari sekitar pukul 5 sore aku berkenalan dengan ayah Dika yang udah pikun. Ia tinggal sendiri setelah ditinggal istrinya 3tahun yang lalu. Selama ngobrol-ngobrol dengan sang Bapak, lirikanku tak lepas memandangi Fitri. Kebetulan sore itu ia memakai daster tipis yang dikombinasikan celana lejing yang ketat.

Sudah beberapa hari berlalu. karena aku gampang dalam bergaul, aku udah akrab sekali dengan orang-orang di dalam rumah itu. Bahkan Fitri udah berani ngobrol di kamarku. Bagi seorang perawat itu, aku adalah tempat mencurahkan isi hatinya. Hingga terkadang Fitri merasa ngak perlu mengetuk pintu masuk ke kamarku.

Hingga suatu malam, kebetulan saat itu hujan lebat, karena sedang suntuk aku mengakses situs porno kesukaanku. Lagi asyik-asyiknya nonton tanpa sadar aku melihat ke belakang, astaga… Fitri lagi di belakang sambil juga ikut menonton. ternyata aku tadi lupa menutup pintu.

Ketika sadar aku mengetahui kehadirannya, Fitri berlari ke luar kamar.

Fitri, panggilku sambil mengejarnya ke luar. Kupegang tangannya dan kutarik kembali ke dalam kamar.

Fitri, jangan bilang ke siapa-siapa ya? ahh…Ngak apa-apa kok.

Tapi aku jadi malu pak, ngak sengaja tadi masuk ternyata pak Nasri lagi buka film dewasa”, Ujarnya

Kamu tuh jangan malu sama aku” sambil menariknya ke arah ranjangku.

Yuuuk kita nonton bareng aja, Aku dudukkan Fitri di atas kasurku dan pintu kamarku yang di kunci.

Dengan santai aku duduk di samping Fitri sambil mengecilkan suara laptopku. Adegan erotis yang diperagakan ke 2 bintang porno itu menakjubkan. Mereka bermain dengan santai dan cumbu rayu. Aku melihat Fitri berkali-kali menelan air ludah. Terasa nafasnya menggembu, dan buah dadanya terlihat mengeras.

Aku mencoba memberanikan diri untuk memegang tangannya yang putih mulus itu. Fitri tampak agak kaget, namun dia membiarkan tanganku memegang tangannya. Terasa sekali telapak tangan Fitri semu dingin, Aku coba lagi membelai-belai tangannya sambil perlahan-lahan merangkul bahunya, Fitri tampak pasrah saja tetapi ia gak berani menatap wajahku .

Sambil merangkul bahunya,kumasukkan tangaku ke dalam daster melalui lubang lehernya. Kali ini Fitri memang santai saja tanpa gelisah saat aku memegang payudaranya, Tangku remas-remas payudaranya terasa kenyal. ku angkat BH nya agar tidak menghalangi pergerakan tanganku.

“Aduh Pak….jangan…nanti kita bisa ketahuan” Bisiknya

“Ngak… jangan takut ya” Kataku dengan sigap memegang ujung pentil payudara Fitri.

“oooh.. pak,,, aduhh,,,, jangannnnnnnn” Rintihnya sambil memejamkan matanya.

Pegangan tangannya mulai mengendor dari tanganku. Saat itu juga, ku cipok bibirnya yang dari tadi udah terbuka karena mendesah.

“Ouhh.. pffftt …. Fitri memejamkan matanya lagi.

Tangannya sekarang udah ngak menahan tanganku lagi, namun kedua tangannya udah melingkari leherku. Malahan kedua tangannya digunakannya untuk mendorong kepalaku sehingga ciumannya semakin lengket dan bersemangat. Moment ini ngak aku sia-siakan. Akuu lepaskan bibirku dari ciumannya, dan aku mulai menurun menciumi puting susunya.

“ahhh…. Fitri menggelinjang kegelian

posisi paha Fitri saat itu dalam keadaan mengangkang seakan-akan memberi ruang bagiku untuk menjilati kemaluannya, Gairah seorang janda muda yg udah lama ngak menikmati sentuhan lelaki ini memberi sinyal free sex. Vaginanya terasa mengeras ketika jari tengahku memasuki ke dalam vaginanya yang udah terasa basah. Aku mulai memainkan vaginanya dengan sentuhan jari dan membelainya ke atas dan ke bawah

ouhhh.. Pak.. Geliiiiiiii ….. ! Ujarnya

Saat itu kami berdua berada dalam puncaknya hawa nafsu. Aku yakin bahwa perawat Fitri ini udah ingin secepatnya memasukkan penisku ke dalam lubang vaginanya, Namun Ia tidak mengatakannya secara langsung.

Aku mengajaknya untuk bermain lebih jauh, Fitri buka lebar kakinya, sekarang Aku mau masukin kemaluanku ke dalam vaginamu ya. Ujarku

“Fitri mengangguk-anggukan kepalanya”

Aku menempelkan kepala penisku sambil menggesek-gesek di sekitar mulut vagina Fitri, Perlahan-lahan aku masukan penisku ke dalam vaginanya, dengan sentakan yang kuat ku coba benamkan habis ke dalam lubang vaginanya dengan di iringi jeritan kecil dari Fitri, Ah,,, Sakiitt pak…”

ku mulai memompakan penisku keluar masuk dari lubang vaginannya, pinggul janda muda bernama Fitri itu pun berputar-putar dengan cepat mengikuti irama pompaanku. Sungguh menggairahkan!

Fit,,, Goyang terus Fit,,, Enak nih Service nya” kataku kepadanya

Gila Permainan ini memang benar menakjubkan, kami berdua bergairah full tanpa henti, tetapi selang beberapa menit kemudian, kupercepat gerakan pinggulku dan tiba-tiba badan Fitri menggelinjang, Ahh….oh.ahh.. aku udah orgasme Pak. ! Saat itu kusodokan lagi penisku ke dalam vagina janda muda itu sekeras mungkin agar ia mendapat oragasme yang maksimal.

Dan selang 1 menit kemudian aku mencabuti penisku untuk mengeluarkan sperma ke bagian payudara Fitri, Crot…. Crot… !!!
ahhhh,,, aku sampai juga Fit” ujarku.

Perempuan itu dengan sigap menelan sisa-sia air maniku. Sambil memejamkan mataku, seluruh batang penisku habis di masukannya ke dalam mulutnya. Gila benar ini perempuan” pikirku

Tetapi aku cukup kagum dengan janga muda ini, dia tau yang mana harus di lakukan dan tidak dilakukan, karena janda sudah berpengalaman dari pada wanita yang perawan. Jadi inginku mencari janda-janda yang lain di luar sana ^_^ hehe.. aku yakin ia akan selalu termimpi-mimpi akan kenikmatan gesekan penisku ke dalam lubang vaginanya.

Comments are disabled
Rate this article