Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ HOKI 17 PLUS XXX / Cerita Sex Fitri Keponakkan Tanteku

Cerita Sex Fitri Keponakkan Tanteku

Cerita Sex Fitri Keponakkan Tanteku

Cerita Sex – Sekitar tiga bulan yang lalu om Heru mengajakku agar tinggal bersama mereka, dengan alasan daripada aq harus kost di luar, labih baik aq tinggal bersama om Heru saja karena dirumahnya ada kamar yang masih kosong, kata om Heru memberi alasan.

Dua bulan kemudian, tante Fitri membawa keponakkanya ke rumah. Nama keponakkan tante Fitri adalah firza, umurnya baru 15 thn, ia sudah kelas 2 SMK. Firza anaknya cantik, pintar, rajin dan baik hati. Suatu

Suatu hari, om Heru dan tante Fitri pergi menghadiri acara perpisahan siswa kelas 3 di sekolah tempat om Heru mengajar. Om Heru sempat mengajakku, anmun aq menolak dengan alasan aq lelah, lalu tante Fitri mengajak Firza namun Firza pun juga menolaknya dengan alasan Firza lagi ada tugas dari sekolah yang harus selesai malam ini karena besok tugas itu harus segera dikumpulkan.

Cerita Dewasa – Sebelum om Heru dan tante Fitri meninggalkan rumah, mereka tidak lupa berpesan pada kami untuk berhati-hati, karena sekarang baru banyak pencuri yang berpura-pura datang sebagai tamu. Setelah selesai berpesan, om heru dan tante Fitri pun pergi sambil menyuruhku menutup dan mengunci pintu.

Sejak kepergian om Heru dan tante Fitri, keadaan rumah jadi hening, kini hanya ada suara tv, namun volume tv sengaja aq kecilkan karena Firza sedang belajar. Aq hanya duduk diruang tv menonton sebuah sinetron. Aq sempat menyaksikkan adegan panas seorang laki-laki paruh baya yang sedang asyik selingkuh dengan seorang wanita yang ternyata teman kerjanya sendiri. Karena terlalu asyiknya aq nonton tv, sehingga aq sangat terkejut ketika tiba-tiba ada sebuah tangan menepuk pundakku.

Cerita Mesum – Setelah kulihat ternyata Firza, ia tersenyum manis sekali sambil menarik lenganku menuju kamarnya. Aq jadi dag dig dug setelah melihat penampilannya, ia hanya mengenakan celana pendek ketat dengan kaos yang super ketat, sehingga lekuk tubuhnya tampak begitu jelas.

Sejenak aq terpana melihat bentuk tubuhnya yang nyaris sempurna. Pinggangnya bagai gitar spanyol dengan paha yang kencang, bersih dan mulus. Selain itu juga tampak toketnya sangat menantang. Sepertinya ukuran Bra nya 34B. Pemandangan itu sempat mengundang pikiran mesumku

Bagaimana rasanya kalau aq menikmati tubuh Firza yang nyari sempurna itu. Namun aq berusaha membuang pikiran itu karena aq pikir bahwa dia adalah sepupu iparku, tinggal serumah denganku dan akupun menganggapnya sudah seperti adikku sendiri.

“Adapa apa sih, Za..? kok kamu ngajak aq masuk kekamarmu?” kataku agak bingung.

Sebenarnya bukan karena aq menolak tetapi hanya karena grogi aja. Maklum aq belum pernah sekalipun masuk ke kamar Firza sebelumnya.

“Kak, Firza mau minta tolong nih!” katanya sambil memandangku manja. “Kakak mau nggak bantu aq ngerjain tugas ini, soalnya besok harus dikumpulin.” kata Firza setengah merengek.

“Owhh, maksud kamu mau minta tolong agar aq bantuin kamu ngerjain tugas itu? baiklah.”

“Asyiiikkk, makasih banget ya kak.” kata Firza sambil mencium pipipku.

Kontan aq merasa seperti tersengat listrik karena meskipun usia sudah hampir 25 thn, aq belum pernah merasakan di cium seperti itu oleh seorang gadis, apalagi ciuman itu datangnya dari gadis secantik Firza.

Aq pun segera membantunya mengerjakan tugas itu sambil sesekali mencuri-curi pandang padanya, namun sepertinya ia tidak meyandari kalau aq memperhatikannya. Setelah hampir 1 jam mengerjakan tugas itu, tiba-tiba Firza berhenti mengerjakan tugas itu. Ia mengeluh sambil memegangi keningnya.

“Kak, kepala Firza pusing banget nih, boleh nggak kakak pijitin kepala Firza?” katanya sampil merapatkan tubuhnya ke dadaku.

Sempat aq merasakan gesekkan lembut dari toketnya.

“Emang kenapa kok Firza tiba-tiba kepalanya pusing

“Ayolah kak, tolong pijitin dong, kepala Firza pusing banget!”

“Ok, dengan senang hati lagi.” kataku penuh antusias. – cerita sex abg –

Lalu aq mulai memijit keningnya dengan kedua tanganku. Aq menahan lehernya agar tubuhnya tidak bergoyang. Sesekali aq juga mengelus pundaknya yang putih mulus.

“Kak, belakang leher Firza juga dipijit ya kak, solanya leher Firza agak kaku nih.” katanya sambil mengarhakan tanganku ke lehernya.

Setelah beberapa menit aq memijitnya, ia lalu bangkit sambil menarik tanganku.

“Kak, Firza rebahan di tempat tidur aja ya? biar enak mijitnya.”

“Terserah Firza ajalah.” kataku sambil mengikuti Firza dari belakang.

Lagi-lagi aq terpana melihat pinggul Firza yang benar-benar aduhay. Ia lalu berbaring telungkup di atas tempat tidur sambil menyuruhku memijit leher dan punggungnya. Sesekali aq melihat tubuhnya menggelinjang, entah karena sakit atau geli oleh pijitanku. Aq tak tau pasti, yang jelas aq juga sangat senang memijit punggungnya yang seksi.

“Kak, Firza buka baju aja yah? Sekalian pakai balsem biar cepet sembuh” – cerita mesum remaja – “Mungkin Firza masuk angin, kak” katanya sambil membuka bajunya, lalu kembali berbaring di depanku.

Aq terpana lagi melihat kulit tubuhnya yang kuning langsat. Dalam hati aq berfikir betapa bahagianya aq kalau kelak mempunyai seorang istri secantik Firza. Aq terus memijitnya dengan lembut.

Sesekali aq memutar-mutar jari-jariku di tepi rusuknya. Setiap aq meraba sisi rusukknya, ia kontan menggelinjang ke kanan dan ke kiri. Kadang juga punggulnya ditarik. Maklum, ia belum terbiasa disentuh laki-laki. Aq juga suda mulai merasakan batang kemaluanku mulai memberontak dan kini sudah semakin mengeras. Tiba-tiba Firza membalikkan tubuhnya menghadap kearahku.

“Kak, Firza buka aja Bra nya ya kak? gerah banget nih”

“Trserah Firza lah.” kataku

Kini kami saling berhadapan, ia berbaring terlentang menatap ke arahku dan aq berlutut di sebelah kanannya. Firza tersenyum manja, Aq pun membalas senyumnya, nafasku sudah mulai memburu. Sepertinya nafas Firza juga sudah mulai memburu, kulihat toketnya yang nampak berdiri kokoh dengan puting berwarna merah jambi kini sudah mulai naik turun. Aq pun sempat grogi dibuatnya, bagaimana tidak, selama ini aq belum pernah sama sekali melihat pemandangan seindah ini.

Dihadapanku kini tergeletak seorang gadis cantik yang tubuhnya begitu memabukkan dengan desahan nafas yang membuat kemaluanku sudah berkedut-kedut. Seakan-akan kemaluanku mau melompat menerjang tubuh Firza yang terbaring menggelinjang-gelinjang, sungguh membangkitkan gairahku. Kini detak jangtungku sudah tak beraturan lagi.

“Kakak kenapa?” katanya sambil tersenyum manja. – sex sedarah –

“Nggak, nggak apa-apa kok, Za…” kataku agag grogi.

“Sudahlah, ayo kak mijitnya yang agak keras dikit”

“Iya, ya” jawabku

Lalu aq mulai mengelus perutnya yang putih mulus itu, tanpa sengaja aq menyenggol toketnya.

“Achh..” katanya sambil menggelinjangkan tubuhnya. Aq dengan cepat memindahkan tangan, tetapi Firza kemabli menariknya.

“Nggak papa kak, terusin aja” katanya manja.

Wah wah…, malam ini benar benar malam yang sangat menyenangkan bagiku karena tak pernah terlintas dalam benakku akan mendapat kesempatan seperti ini. Kesempatan untuk mengelus-elus tubuh mulus Firza yang sangat merangsang. ‘Aq tidak boleh melewatkan kesempatan seabik ini’ kataku dalam hati

Kini Firza semakin merasakan sentuhan jari-jariku, aq melihat dari desahan nafasnya dan dari tubuhnya yang sudah mulai hangat. Entah iblis mana yang membuat Firza lupa diri, di tiba-tiba menarik wajahku, lalu mengusapnya dengan jari-jari lembutnya dan mulai mencium bibirku. Aq hanya pasrah dan terus teran aq juga sebenarnya sangat menginginkannya, namun selama ini hanya kupendam karena aq menghargainya dan menganggapnya sebagai adik sendiri.

Namun saat ini pikiran itu telah lenyap dari otakku yang dialiri oleh gelora birahiku yang menggelora. Ia terus menciumiku dan kini ia melepas baju yang aq kenakan dan membuangnya di lantai

“Firza, ada apa ini?” tanyaku setengah tidak percaya dengan apa yang dia lakukan

Namun ia sudah tidak memperdulikan kata-kataku lagi. Melihat gelagat Firza yang sudah diluar batas itu. Aq pun tak mau tinggal diam. Aq mulai membalas ciumannya, melumat bibirnya dan menghisap lehernya yang mulus itu. Aq merasakan batang kemaluanku semakin tegang mengeras dan berkedut-kedut. Firza terus menciumi bibirku dengan nafas memburu. Aq pun tak mau kalah, aq mulai meremas-remas toketnya yang masih padat menantang itu. Kini aq mulai menghisap puting susunya.

“Oocchhh…” ia mendesah sambil menggeliat.

Kulihat Firza semakin menikmati perbuatannya. Sesekali ia menggerkkan pinggulnya sambil medesah keenakkan. Firza melihat batang penisku yang sudah mendonggkrak celanaku, ia lalu menyelipkan tanganya ke dalam celana dalamku dan ia kini sudah menggenggam batang kemaluanku yang tegang mengeras. Ia lalu melepas celana dan celana dalmku dan kemudian membuangnya ke lantai. Ia kembali meraih batang kemaluanku dan mengocok-ngocoknya.

“Oocchhh.. occhhh..” sungguh nikmat rasanya. Aq merasakan batang kemaluanku semakin tegang semakin keras.

“Ia terus memainkan batang kemaluanku yang sudah berkedut-kedut dan mulain mengeluarkan cairan bening.

Aq pun tak mau ketinggalan. Aq menyelipkan jari-jariku ke selangkangannya. Aq merasakan lubang memeknya sudah basa Rupanya ia sudah benar-benar terangsang dengan permainan kami. Dengan nafas tak beraturan, aq melepas celana Firza lalu mengelus-elus pahan mulusnya.

Aq sudah tak sanggup menahan nafsuku yang sudah melambung tinggi. Dengan sekali tarik, aq berhasil melepaskan celana dalamnya Firza. Kini ia bugil. Aq terpana sejenak melihat tubuhnya yang kini tanpa sehelai benang, dengan kulit kuning langsat, halus, mulus, bersih dan bentuk tubuh yang sangat sexy sungguh nyaris sempurna. Aq benar-benar tak tahan melihat memeknya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis dan halus dengan bentuknya yang mungil berwarna coklat agak kemerah-merahan.

Kembali batang penisku berkedut, seakan memberontak ingin segera menrjang lubang memek Firza yang masih terkatup rapat. Aq sangat gemas melihat lubang memeknya dan kini aq mulai mengelus-elus bibir memeknya dan klitnya. Lubang memek Firza sudah sangat basah dan licin. Aq melihat Firza semakin terlelap dalam gairah nafsunya. Ia hanya mendesah nikmat.

“Oocchh.. ooch… aahh.. aahhh…” aq terus menjilati klitnya.

Ia hanya mendesah kenikmatan.

“Ooocchhhh… ohhh…” sambil mengangkat-angkat pinggulnya.

“Kak, ochh.. ayo masukin kak, udah nggak tahan nih..” sambil meraih batang kemaluanku dan menuntunnya menuju bibir memeknya.

“Iya Za…” lalu membuka kedua kakinya.

Kemudian kulipat kakinya dan menyuruhnya supaya ia mengangkangkan lebar kedua pahanya. Aq lalu menarik pantatku dan merapatkan ke selangkangannya. Ia dengan cepat meraih batang kemaluanku lalu menempelkannya di bibir memeknya yang masih sangat rapat namun sudah basah dan licir oleh lendir memeknya.

“Pelan ya kak,, Firza belum terbiasa”

“Iyaa Za…” kataku sambil mencium bibirnya.

Aq kemudian menusukknya pelan-pelan.

“Aaaacchhhh… sakit kaakkk”

“Tahan Za….”

Aq lalu kembali menusukknya dengan pelan dan kini batang kemaluanku sudah bisa masuk setengahnya. Firza hanya menggelinjang dan menggigit bibir bawahnyha. Aq terus menusuknya sambil memeluk tubuhnya. Sesekali aq menghentakkan agak keras.

“Aaaacchhh… sakiitttt kak… pelan-pelang dong kak!”

“Iya Za,,, tahan ya…” aq coba menenangkannya sambil memeggang erat pinggulnya.

“Aaghh…” Firza merintih keras.

Ia meukul-mukul dadaku dengan keras sambil menarik pantatnya.

“Aduuuhhh kak… sakitttttt…”

Kurasakan batang kemaluanku menmebus sesuatu yang kenal di dalam lubang memeknya. Rupanya batang kemaluanku telah berhasil menmbus selaput darahnya. Dari lubang memek Firza tampak mengalir darah segar.

“Aq terus mengocok maju mundur sambilo menciumi bibirnya dan meremas-remas toketnya yang menantang itu. Sesekali kulihat dia merapatkan kedua pahanya sambil menggigit bibrnya. Memek Firza sungguh nikmat, kurasakan memeknya semakin basah dan licin, namun tetap aq merasakan batang kemaluanku terjepit kuat dan kadang seperti dihisap-hisap oleh memeknya Firza. Kini aq merasakan batang kemaluanku sudah berkedut-kedut sepertinya ingin menyemburkan seseuatu, namun aq tetap menahannya dengan mengurangi irama permainanku.

“Oocchh… terus kak… teruss…” ia menggelinjang.

Aq melihat kedua kakinya mengejang. Gerakanku kembali kupacu, membuat toketnya bergoyang-goyang dan sepertinya semakin membesar berwarna kemerah-merahan.

“Oocchh.. ochh.. kak cepat kak,, cepatttt kakk” sambil menggelinjang.

Ia merapatkan kedua pahanya. Dia mulai menggerak-gerakkan tanganya mencari pegangan. Akhirnya ia memelukku erat dan megangkat kedua kakinya. Sambil menggigit bibir bawahnya, ia memejamkan matanya. Aq meraskan kalau kini tubuhnya sudah mengejang kaku dan hangat. Akhirnya Firza memelukku erat dan mengangkat pantatnya sambil mengerang.

“Aaaarrrgghhhh…” aq merasakan tubuhnya bergetar dengan hebatnya dan sepertinya ada sesuatu yang hangat menyentuh batang kemaluanku, rupanya Firza meraih orgasme.

Aq pun semakin tak kuat menahan denyutan dari bantang kemaluanku, akibat kenikmatn yang diberikan Firza sangat luar biasa, batang kemaluanku semakin berkedut-kedut hebat dan kini aq benar-benar tak sanggup lagi untuk menahannya. Lalu aq mempercepat kocokkanku dan menusuk batang kemaluanku lebih dalam lagi sambil menarik tubuhnya denga erat ke dalam pelukanku.

Aq merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa itu. Kini semuanya mengaliri dan menggetarkan sekujur tubuhku. Akhirnya,

“Creett.. creett.. crettt.. creetttt…..” menyemburlah pejuhku di dalam lubang memek Firza.

Aq sempat bingung dan takut karena telah menikmati tubuh Firza secara tidak sah. Namun rasa nikmat yang luar biasa itu menyingkirkan pikiran itu. Aq hanya tersenyum lalu mencium bibir Firza dan mengucapkan terima kasih pada Firza. Tampak tubuh Firza penuh peluh tetapi terlihat wajahnya berseri-seri karena puas. Firza hanya merapatkan kedua tanganya ke sisi tubuhnya.

Ketika aq mengeluarkan batang kemaluanku dari lubang memeknya ia hanya tersenyum saja. Ya ampun, aq melihat di sprey Firza terdapat bercak darah keperawannanya. Tetapi segera Firza bangkit dan menenangkanku

“Tenang, kak, nanti biar aq cuci, tidak akan ada yang mengetahuinya” Katanya sambil meletakkan jarinya di bibirku. Kami berdua lalu menuju kamar mandi. Disitu kami berdua masih sempat melakukan sekali lagi, lalu akhirnya kami berdua kemablai mandi dan kembali ke kamarnya Firza.

Setelah aq mengambil pakaianku, aq pun menuju ruang tamu. Tak lama kemudian keluarlah Firza dari dalam kamarnya lalu mengajakku makan malam berdua. Katanya, ia sengaja duluan makan karena tidak ingin bertemu dengan om Heru dan tante Fitri malam ini. Mungkin Firza malau dan takut kalau perbuatan kami berdua ketahuan. Setelah makan, Firza kembali kekamarnya. Entah ia tidur atau belajar, aq tak tau pasti.

Tak lama kemudian, om Heru dan tante Fitri datang. Mereka menceritakan keadaan di pesta itu yang katanya cukup meriah sekali dibanding thn lalu karena thn ini siswanya lulus 100% dengan nilai tertinggi di kota kami. om Heru menanyakkan Firza, tetapi aq katakan mungki ia sudah tidur sebab tadi setelah makan malam ia sempat mengatakan padaku bahwa ia lelah. Om Heru hanya mengangguk lalu melangakah menuju kamarnya, katanya ia juga sudah makan dan kini ia pun ingin segera istirahat.

Aq tersenyum puas dan kemabli menonton tv sebentar, lalu aq masuk ke kamarku. Di dalam kama, aq tak bisa memejamkan mata membayangkan kejadian yang baru saja terjadi. Malam ini aq sangat senang karena telah merasakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah aq rasakan dan pengalaman yang indah ini tentu tidak akan pernah aq lupakan semasa hidupku. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Kisah Ngentot,.

Comments are disabled
Rate this article