Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Cerita JK gembleng Menkum HAM & Menkominfo jadi tim pelobi GAM

Cerita JK gembleng Menkum HAM & Menkominfo jadi tim pelobi GAM

BeritaHoki Umum

BeritaHoki.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat tragedi tsunami sebagai pintu masuk untuk menciptakan kembali Aceh yang damai. Konflik Aceh yang telah berlangsung hampir 30 tahun, telah merenggut nyawa sekitar 15.000 orang, belum lagi sekitar 100.000 warga yang hidup menderita karena terancam dan rumahnya dibakar. Mereka hidup di pengungsian yang tersebar di Sumatera Utara hingga Jambi.

Setelah mendapat lampu hijau dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), JK langsung menyiapkan tim yang akan dilibatkan dalam perundingan perdamaian dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Farid Husain dan Hamid Awaludin dinilai sebagai pilihan yang tepat berdasarkan pengalaman merek melobi dan ikut mendamaikan konflik Poso (2001) dan Maluku (2002). Kedua sosok ini sudah mengikuti gerak lincah dan taktik Jusuf Kalla dalam mendamaikan kelompok-kelompok yang bertikai.

Sofyan Djalil paling belakangan bersentuhan dengan JK dan turut menjadi bagian dari tim. Ketiga sosok ini telah diberi tugas oleh JK untuk menjajaki, bertemu dan berdialog dengan sejumlah pentolan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Namun, upaya perdamaian Aceh adalah sejarah panjang tentang kegagalan demi kegagalan.

Kelak, ketiga sosok ini akan saling berhadapan langsung dengan pucuk pimpinan GAM dalam perundingan Helsinki. Sementara JK tidak lagi menjadi komandan lapangan.

Untuk mempersiapkan Hamid Awaludin dan Sofyan Djalil, JK harus menggembleng keduanya. JK menugaskan Hamid Awaluddin dan Sofyan Djalil yang sudah khatam pendidikan formal harus belajar lebih banyak lagi.

Di sela berbagai kesibukannya sebagai wakil presiden, JK bertindak bak pelatih tinju, menggembleng kedua sosok tersebut. Hamid dan Sofyan digembleng JK agar benar-benar siap maju ke arena pertempuran memperjuangkan perdamaian di Aceh.

Keduanya diberi banyak pekerjaan rumah oleh JK, mulai dari membaca buku-buku tentang Aceh, peta Provinsi Aceh, termasuk lokasi-lokasi yang dikuasai GAM, hingga mengenal para tokoh GAM, termasuk lokasi, posisi formal mereka dalam gerakan separatis tersebut dan kesukaan mereka.

Terhadap Hasan Tiro, jalan pikirannya pun dilacak hingga ke tulisan yang dibuatnya tahun 1950-an, jauh sebelum pemegang kewarganegaraan Swedia tersebut memimpin perlawanan.

JK memiliki cara yang unik untuk menguji keduanya. Suatu hari, saat keduanya baru saja masuk ruangan dan belum sempat duduk, JK bertanya: “Malik Mahmud itu inisial apa dan siapa?” ucap JK seperti tertuang dalam buku Ombak Perdamaian, Inisiatif dan Peran JK Mendamaikan Aceh, dikutip merdeka.com, Jumat (26/12).

Mendengar pertanyaan JK, keduanya saling pandang dan saling berharap ada yang bisa memberi jawaban. Namun, tak ada jawaban yang terlontar dari keduanya. Tanpa basa-basi, JK meminta keduanya untuk pulang dan belajar lagi.

Berjalan keluar, keduanya masih mencoba memecahkan teka-teki ala JK tersebut, namun buntu. Bahkan Sofyan malah bertanya kepada Hamid, Malik Mahmud itu lokasi atau nama orang?

Menjelang pukul 10 malam, Hamid masih tekun mempelajari sejarah Aceh di ruang kerjanya, JK menelepon. “Hamid, sudah tahu Malik Mahmud itu apa?” tanya JK.

Hamid mengaku belum mengetahui apa atau siapa Malik Mahmud yang dimaksud JK.

Tak tega membiarkan Hamid dan Sofyan tidak bisa tidur, JK memberi tahu jawaban dari pertanyaannya. “Supaya kamu bisa tidur malam ini, catat baik-baik. Malik Mahmud itu bisa berarti Malik Mahmud, bisa juga berarti Muzakkir Manaf. Kamu harus tahu hal-hal detail dan sepele,” tutur JK.

Mendengar jawaban dari sang mentor, bukan main girang hati Hamid dan langsung memberi tahu Sofyan yang tak kalah senangnya mendapatkan jawaban dari teka-teki JK tersebut.

Keesokan harinya, saat menghadap JK, Sofyan langsung melaporkan bahwa Malik Mahmud adalah inisial untuk Malik Mahmud yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri GAM, tapi juga bisa berarti inisial untuk panglima perang GAM di Aceh, Muzakkir Manaf.

Dengan santai JK menanggapi, “Iya, itu kan dari saya. Saya yang beritahu Hamid semalam,” singkat JK.

Mendengar jawaban JK, Sofyan mengaku saat itu rasanya dirinya ingin melesat, terbang, menghilang lantaran malu.

Ketika JK keluar ruangan, Sofyan menepuk pundak Hamid, “Kenapa Pak Hamid tidak beritahu saya kalau jawaban itu dari wapres sendiri? Saya sangat malu, sebab saya pikir ini temuan tim. Astaghfirullah,” tutur Sofyan.

Hamid pun tak sanggup menahan tawanya sembari menyindir, “Makanya, jangan terlampau bersemangat, Pak Sofyan.”.

Sedikitnya ada empat kali JK mengajukan teka-teki terkait nama-nama.

Comments are disabled
Rate this article