Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Bosan Hidup Modern, Pria Ini Tinggal di Pulau Terpencil Sejak 1989

Bosan Hidup Modern, Pria Ini Tinggal di Pulau Terpencil Sejak 1989

Bosan Hidup Modern, Pria Ini Tinggal di Pulau Terpencil Sejak 1989

PERNAH berpikir untuk mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan yang penat dan hidup mengasingkan diri di pulau terpencil? Simak apa yang dilakukan seorang pria asal Italia bernama Mauro Morandi ini.

Pria berusia 79 tahun itu sudah tinggal di sebuah pulau terpencil sejak 1 Juli 1989. Mauro mengaku sudah lelah dengan hiruk pikuk dan kehidupan modern yang dijalaninya di Italia dahulu. Menurutnya, masyarakat modern hanya sibuk mengejar kekuasaan dan uang semata.

Mauro Morandi kini tinggal di Pulau Budelli di Polynesia. Ia menemukan pulau tersebut bersama teman-temannya saat berlayar pada 1989 dengan tujuan menemukan sebuah tempat baru guna memulai hidup yang benar-benar baru.

Ia mengatakan, ada seorang penjaga yang sebelumnya menghuni pulau tersebut. Ketika si penjaga hendak pergi, Morandi minta izin untuk menjadikan pulau tersebut rumah barunya. Ia segera jatuh cinta dengan pulau tersebut dan memutuskan untuk menjadikannya tempat tinggal permanen.

“Pulau ini sesuai dengan yang saya cari. Seluruh pulau ini adalah rumahku,” ujar Mauro Morandi, melansir dari Mother Nature Network, Minggu (6/5/2018).

Budelli terletak di sebelah selatan Sardinia, Italia, persis di Laut Tengah (Mediterania) dan merupakan bagian dari Taman Nasional La Maddalena. Kawasan tersebut terkenal dengan pasir pantai berwarna pink yang indah.

Morandi benar-benar tinggal sendirian di pulau tersebut meski turis rajin berkunjung pada musim panas. Namun, mereka biasanya hanya berkunjung selama satu hari dan tidak pernah menginap. Ia mengklaim para turis selalu tertarik dengan gaya hidupnya sekarang.

“Tidak ada yang datang dari November hingga April, dan saat itu lah saya menikmati kesendirian. Saya suka membaca dan mengambil foto yang saya bagikan ke dunia luar agar mereka bisa merasakan keindahan,” imbuh Mauro Morandi.

Manusia ditakdirkan untuk menjadi makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Demikian pula Mauro Morandi. Rekan-rekannya rutin berkunjung dan memberinya ikan segar untuk dimakan. Sebab, ia kehilangan perahunya tiga tahun lalu sehingga tidak lagi bisa mencari ikan.

Cara hidup Morandi benar-benar seperti zaman purba. Ia mengandalkan tenaga matahari untuk kelistrikan. Untuk air bersih, ia menggunakan pemurni air untuk menyuling air hujan menjadi air layak minum. Mauro juga membuat sendiri perabotan rumah tangga dari benda-benda yang ditemukannya di sekitar pulau.

Beberapa tahun lalu, Morandi mulai mengunggah mengenai kehidupannya di Facebook dan Instagram sehingga dunia bisa tahu keindahan Budelli. Ia berharap cara tersebut dapat meningkatkan kesadaran orang-orang untuk melindungi pulau yang dicintainya itu.

Pada 1999, pemerintah Italia menutup pantai pasir pink di Budelli untuk turis. Kendati demikian, wisatawan masih diizinkan untuk berjalan-jalan di trotoar pinggir pantai demi menghindari erosi.

“Melihat di permukaan saja tidak cukup. Anda harus melihatnya lebih jauh, merasakan keindahan, aroma, tiupan angin, suara ombak, dan sinar matahari di laut,” tutup Mauro Morandi.

Comments are disabled
Rate this article