Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ HOKI 17 PLUS XXX / Bertiga Dengan Gadis Hot

Bertiga Dengan Gadis Hot

Bertiga Dengan Gadis Hot

Cerita Sex -Berawal dari perjalananku keluar kota aq bertemu dengan 2 gadis hot yg menemaniku sepanjang perjalanan hingga aq tak merasa jenuh. Malam itu aq memutuskan untuk pergi ke Jawa Tengah. Aq berangkat dari Jakarta dengan naik bus antar provinsi, dari terminal aq berangkat sore hari sekitar jam 5 sorean. Saat aq mencari tempat dudukku aq melihat 2 gadis yg sangat aduhai sekali. Umurnya sekitar 24 tahunan dan juga memiliki body yg sangat istimewa menurutku.

Sambil terus berpura-pura mencari tempat dudukku, aq terus melirik 2 gadis cantik itu, hingga akhirya aq menemukan tempat dudukku yg berada di sebelahnya persis. Aq pun tersenyum ketika melihatnya duduk di sampingku, dan ketika aq tersenyum 2 gadis itu pun membalas senyumanku dengan manis. Hingga aq terus berpikiran untuk mengajaknya berkenalan. Namun baru saja aq mau mengajaknya berkenalan malah salah seorang gadis itu sudah menanyaiku lebih dulu.

“Mau pergi kemana mas?” tanyanya.
“Eh mau ke Bojonegoro, mbak mau kemana?” tanyaku.
“Saya mau ke Rembang, nih mulangin anak bandel ini ke orang tuanya,” katanya.
“Rumah orang tuanya di Rembang ya?” tanyaku lebih lanjut.
“Bukan sih, masih jauh di desa, ke Randublatung,” katanya.

Aq tdk tahu dimana Randublatung tapi seingatku ketika melihat peta, desa itu letaknya jauh dari Rembang. Akhirnya kami akrab ngobrol dan dia mengaq bernama Linda dan di Jakarta bekerja sebagai SPG. Dari gayanya sepertinya Linda agak gampang digoyg.

Suasana makin redup dan akhirnya bus berhenti di wilayah Sukamandi Jawa barat, kami mendapat makan malam gratis. Ketika aq tinjau, menunya hanya sepotong bandeng, sambel dan lalapan. Mereka berdua aq tawari traktir makan yg lebih enak di bagian lain restoran. Mulanya Linda agak canggung, tetapi Ririn, gadis kecil itu langsung setuju. Maka kami makan dengan hidangan yg lebih baik.

Setelah makan kami kembali duduk di bus, dan obrolan kami makin akrab. Seperti biasanya, bus ini sesampai di Rembang masih gelap mungkin sekitar jam 3 pagi. Menurut Linda mereka mau menunggu di warung tempat pemberhentian bus sampai hari agak terang. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan ke Desa.

Terenyuh juga mendengar kisah mereka, sehingga aq menawarkan untuk menginap saja di hotel, sampai hari mulai terang, setelah itu baru jalan ke kampung.

“Saya gak punya uang mas, lha wong ini aja uangnya ngepas banget,” kata Linda. Aq lalu menawarkan biar aq saja yg bayar, dan aq juga akan ikut turun di Rembang.

Sejak naik dari rumah makan tadi, Linda makin akrab saja, dia memeluk tanganku. Katanya dia merasa dingin. Aq merasakan tekanan dari susunya ke bagian lenganku. Perlaqan ini membuat voltase di tubuhku meningkat. Aq lantas berpikir, buat apa turun di Rembang kalau memang tujuannya untuk menginap. Aq menawarkan untuk menginap saja di Semarang. Tanpa pertanyaan sedikit pun Linda langsung menyetujui. Dia makin erat memelukku, seperti kami sudah lama berkenalan.

Sementara rangsangan makin tinggi, aq belum menemukan jalan, bagaimana cara mengeksekusi Linda, kalau ada keponakannya. Tdk ada titik terang, sementara bus sudah mulai memasuki Kendal, yg berarti tdk lama lagi akan sampai Semarang. Sesampainya di Semarang, kami turun dari bus dan langsung berpindah ke taksi. Aq memilih hotel Ciputra di Simpang Lima Semarang.

Linda dan Ririn seperti terheran-heran melihat hotel pilihanku.

“Oom bagus banget hotelnya, kan mahal nginep di sini,” kata Ririn.

Aq mendapat kamar double bed.

“Mas sayang banget kalo cuma nginep sebentar di sini, kamarnya enak banget,” kata Linda sambil melihat sekeliling.

Ririn mencoba tempat tidur yg memang empuk, dia duduk sambil menggenjot-genjot kasur. Setelah mengemas barang, yg hanya sebuah ransel, aq pamit mau menyegarkan badan. Sambil menggosok gigi, aq mengisi bak dengan air hangat. Rasanya nikmat sekali berendam berlama-lama dalam bak mandi. Penisku dari tadi sudah menegang, jadi semakin keras ketika terendam air hangat.

Aq dikejutkan oleh pintu kamar mandi yg tiba-tiba terbuka. Linda sambil cengar-cengir mengatakan tdk tahan, kebelet pipis. Setelah memelorotkan cd nya dia langsung duduk di closet. Terdengar desiran air kencingnya cukup lama juga. Aq tdk bisa berlindung, karena sedang telentang dan full telanjang. Linda mencoba merasakan hangatnya air.

“Enak ya mas,” tanyanya.
“Seger banget,” kataq.
“Aq ikutan ah berendam, badan ku yo terasa lengket, karena tadi mau berangkat gak sempet mandi.”

Setelah membersihkan kemaluannya dengan semprotan air. Tanpa ragu Linda mulai membuka bajunya satu persatu. Aq memperhatikan, bodynya cukup menggiurkan, susunya tegak menantang dengan pentil yg masih kecil. Itu menandakan dia belum pernah hamil. Yg luar biasa bulu di bawah sana hitam lebat. Warnanya kontras sekali dengan kulitnya yg putih. Linda tanpa ragu langsung melangkah masuk ke dalam bath tub. Linda mengambil posisi membelakangiku. Tanpa komando tanganku langsung mencengkram kedua bongkahan susunya. Penisku makin mengeras dan menerjang bagian belakang Linda.

Merasa penisku menerjang badannya, Linda berbalik posisi dan langsung meraih penisku. Digenggam-genggamnya. Nikmat yg luar biasa membuat aq makin menyelonjorkan tubuhku sehingga posisiku jadi telentang terendam air hangat.

Linda menyelam dan mulutnya langsung melahap penisku. Aq tdk menduga dia secepat ini melaqkan itu, sehingga aq agak berjingkat ketika bibirnya menyentuh kepala penisku. Dia tdk bisa berlama-lama karena sesak nafas di dalam air. Tanpa kuminta, Linda menduduki penisku dan penisku dipegangnya lalu dibimbingnya memasuki lubang mekinya.

Memasukkan penis ke meki di dalam air, terasa agak sulit, karena lubang meki Linda terasa kesat. Namun Linda tdk putus asa, dia mencoba terus sampai akhirnya terbenam juga seluruh batangku di dalam mekinya. Nikmat sekali rasanya, meki Linda terasa sempit sekali. Mungkin karena pengaruh berendam di dalam air, atau memang aslinya sempit begini. Aq tdk ambil pusing, karena pikiranku terfokus menikmati genjotan Linda.

Pintu kamar mandi terbuka tiba-tiba. Muncul si kecil Ririn. Dia terkejut dan melaqkan gerakan menutup mulutnya dengan tangan. Posisi kami tdk bisa disembunyikan lagi, karena Linda yg bugil sedang berada di atas tubuhku yg juga bugil.

“Ririn kebelet pipis nih, dari tadi ditunggui lama banget,” kata Ririn.

Dia juga seperti Linda tadi langsung memelorotkan celana dan duduk di closet. Desiran air kencingnya terdengar nyaring. Sementara dia duduk di closet, Linda seperti tdk perduli, dia terus menggenjotku sampai airnya tertumpah dari bak.

Ririn duduk termangu menonton kami berhubungan, meski kencingnya sudah selesai dari tadi.
Situasi sudah tanggung, Ririn kugamit untuk bergabung berendam di bak. Dia kuminta membuka bajunya.

Tdk terlalu repot, Ririn mengikuti anjuranku. Dia melolosi satu persatu bajunya. Setelah baju luarnya yg terdiri dari celana jins dan kaus putih dilepas, tinggallah celana dalam pink bergambar tokoh kartun dan miniset. Dia melepas minisetnya terlebih dahulu. Teteknya langsung menyembul gempal dgn pentil yg masih kecil sekali. Ukuran tetek Ririn seharusnya sudah memerlukan BH, karena minisetnya sudah kelihatan sempit.

Setelah menggantungkan minisetnya dia meloloskan cd nya. Aq tdk bisa langsung melihat kemaluannya. Yg tampak hanya bongkahan pantat kecilnya. Sepintas terlihat mekinya yg masih gundul, ketika dia masuk ke dalam bak mandi. Ririn mengambil tempat di bagian kakiku. Bak mandi jadi sesak diisi tiga orang, dua di antaranya sedang beraktivitas.

Gerakan jadi tdk leluasa lagi sehingga aq menyarankan Linda keluar dari bak mandi dan meneruskan di luar. Linda kuatur memunggungiku dengan posisi merunduk bertopang wastafel. Aq menggenjotnya dari belakang. Batangku dengan mudah masuk ke dalam lubang mekinya yg terasa sangat licin. Linda seperti tdk peduli dengan kehadiran Ririn. Dia mendesah-desah dan merintih sampai akhirnya menjerit dan kakinya dirapatkan. Terasa lubang mekinya berkedut-kedut. Linda mendapatkan orgasmenya yg pertama. Sementara aq sebetulnya sudah hampir, tetapi terinterupsi karena Linda menghentikan gerakannya. Dilepasnya batang penisku dari lubang mekinya sehingga penisku mengacung ke depan dengan tegap.

Linda berusaha memuaskanku dengan jongkok sambil mengulum dan menghisap penisku. Namun karena konsentrasiku sudah buyar, aq jadi sulit menikmati oralnya. Bosan mengoralku yg tak juga mencapai ejakulasi, akhirnya Linda berdiri dan dia lalu membersihkan dirinya dengan meraih shower.

Aq kembali masuk ke bak mandi yg di situ masih ada Ririn. Aq berhadap-hadapan dengan Ririn. Kuperhatikan teteknya sangat mengkal dengan puting susu yg menajam di ujungnya. Ririn kuraih sehingga dia kupeluk dengan posisi membelakangiku. Aq meremas perlahan-lahan tetek mengkalnya. Beda sekali rasa tetek Linda dengan Ririn. Jika tetek Linda terasa lembut oleh lemak, tetek Ririn terasa mengkal dan lebih keras. Puas memainkan teteknya aq menggapai belahan mekinya. Jari tengahku langsung merasa clitorisnya mencuat dan ketika kuraba halus dia sudah mengeras. Aq terus memainkan clitorisnya sampai akhirnya Ririn kelojotan mencapai orgasme.

Sementara itu, Linda sudah mengeringkan badan dengan berkemben handuk dia meninggalkan kami berdua. Aq mentas dari bak mandi. Ririn juga kuminta keluar. Aq duduk di closet dengan posisi menyandar, sehingga penisku bebas tegak. Ririn kubimbing berada di atasku. Dia menuruti saja kemauanku. Sambil berdiri mengangkangi badanku, Ririn mendekatkan lubang mekinya ke kepala penisku yg telah memerah karena sangat tegang. Aq mengoles-ngoles kepala penisku di sekitar lubang mekinya sampai terasa ada cairan lendir keluar dari dalam.

Setelah kurasa pelumasan mencukupi, aq berusaha memasukkan kepala penisku ke meki gundul itu. Agak sempit rasanya, tetapi penisku bisa terus menerobos ke dalam. Kesanku Ririn sudah jebol perawannya. Meski jepitannya lebih kuat dibanding meki Linda, tetapi penisku lancar maju mundur di lubang mekinya. Aq terus mendekapnya sampai akhirnya aq menjelang orgasme kutarik badannya dan begitu lepas, meledaklah ejakulasiku. Lemas sekali badanku. Kami berdua lalu mandi membersihkan diri dengan shower.

Selama mandi itu kutanya Ririn soal keperawanannya. Dia mengaq memang sudah pernah berhubungan, dengan pacarnya yg sudah SMA. Karena itulah, dia sempat ketahuan selagi asyik main di kamarnya. Akibatnya Ririn dipulangkan ke kampungnya. Sekarang inilah proses pemulangan Ririn ke orang tuanya di kampung. Di Jakarta Ririn tinggal di rumah budenya, yaitu ibunya Linda.

“Mbak Anti, bebas menerima cowoknya menginap di kamarnya, kenapa aq gak boleh ajak pacarku ke kamarku,” kata Ririn dengan muka agak merajuk.

Aq tdk mau berkomentar, karena rasanya tdk ada gunanya berkomentar pada saat seperti ini. Aq berbalut handuk dan juga Ririn berkemben handuk kami masuk menyelinap ke bawah selimut. Linda sudah mengorok tidur di sisi kiri, aq memilih posisi di tengah dan Ririn di sisi kananku. Tdk nyaman rasanya tidur berbalut handuk lembab, maka kubuka handukku dan kulempar ke kursi, Handuk Ririn juga kulepas, sehingga kami berdua telanjang di bawah selimut. Sementara itu Linda yg juga berbalut handuk perlahan-lahan kulepas dan kulempar juga ke kursi. Kami bertiga tidur bugil di bawah selimut. Rasa lelah dan kecapaian ngentot membuat aq cepat tertidur.

Aq terbangun karena rasa geli di kemaluanku. Kuintip ke bawah, ternyata Ririn sedang menghisap penisku. Mungkin dia berusaha membangunkan penisku. Aq berpura-pura tidur. Kulirik di celah korden sudah masuk cahaya terang matahari. Kulirik jam di meja sudah menunjukkan hampir jam 7 pagi. Kubiarkan Ririn beroperasi sendiri, sementara Linda masih ngorok di sebelahku. Ririn berusaha memasukkan penisku ke lubang mekinya dengan posisi menduduki badanku. Dia berhasil menelan semua batang penisku lalu dia melaqkan gerakan naik turun. Kadang-kadang maju mundur. Mungkin dia bosan pada posisi itu, dia bangkit berdiri dan membalikkan badannya sehingga memunggungiku.

Ririn kembali jongkok dan kembali menggenjot. Dia mencoba merebahkan badannya ke depan sampai hampir mencium kakiku. Penisku terasa dipaksa menghadap ke bawah. Ririn kesulitan melaqkan gerakan pada posisi itu, karena lubang mekinya seperti kedongkrak oleh batang penisku yg sedang keras sempurna. Ririn berdiri lagi dan dia berbalik arah kembali ke posisi berhadapan denganku. Penisku kembali dimasukkan ke dalam mekinya. Dia menggenjot sebentar lalu merebahkan badannya. Sambil memelukku dia terus mengggerak-gerakkan pinggulnya. Posisi ini agak sulit, karena berkali-kali penisku lepas dari lubang mekinya. Ririn kembali ke posisi mendudukiku, dia rupanya menemukan posisi nikmatnya sehingga gerakannya makin liar, dan tak lama kemudian berhenti menggenjot dan terasa mekinya berdenyut-denyut.

Aq jadi dalam posisi nanggung sehingga kusibak selimut dan langsung kuarahkan penisku memasuki meki Linda. Mekinya terasa berlendir. Berarti dia sudah bangun dari tadi dan sempat melihat permainan kami sehingga dia terangsang. Bagitu penisku ambles, dia langsung mengerang. Kugenjot dengan gerakan kasar, Linda merintih-rintih. Sayangnya mekinya terlalu banjir sehingga kurang mencengkeram. Aq terus berusaha knosentrasi untuk mencapai puncak. Namun setelah sekian lama masih juga belum berhasil, sampai badanku lelah. Kubalikkan posisi dengan tetap mempertahankan penisku di dalam meki Linda. Dia mengerti dan kini Linda memegang kendali. Dia bergerak maju mundur naik turun di atas tubuhku. Menjelang aq orgasme, Linda sudah mekiik sambil menjepit penisku.

Mendengar teriakan itu aq jadi tak mampu lagi menahan ejakulasiku dan kulepas saja di dalam mekinya. Pada suasana seperti itu, aq tdk memikirkan resiko hamil dan sebagainya, yg penting rasanya nikmat. Linda langsung jatuh berbaring di sampingku. Aq tertidur telentang dan agak terengah-engah. Tiba-tiba terasa batang penisku dibersihkan dengan sekaan handuk hangat. Kulirik ke bawah, ternyata Ririn yg melakukan. Aq tdk sempat memperhatikan apa yg dilakukan Ririn tadi ketika aq bertempur dengan Linda.

Setelah dibersihkan, Ririn kembali mengoral penisku. Tanpa rasa malu dia terus berusaha membangunkan penisku. Lama juga penisku tdk bangun-bangun. Aq merasa kasihan karena usaha Ririn tdk membawa hasil. Dia kemudian kuminta berbaring dan kakinya dikangkangkan. Aq melaqkan oral buat meki kecil ini. Ririn tersenyum dan terus menggelinjang merasakan sapuan lidahku di ujung clitorisnya yg menonjol. Tdk perlu waktu terlalu lama akhirnya meki Ririn cenat-cenut. Setelah dia mencapai orgasme, aq memasukkan jari tengah ke dalam mekinya, aq mencari Gspotnya.

Teraba ada jaringan halus. Aq memastikan bagian itu Gspotnya karena ketika kusentuh pelan Ririn bereaksi. Aq serang terus sampai beberapa saat kemudian Ririn mekiik. Dia mencapai orgasme tertingginya. Dari lubang pipisnya meleleh cairan kental. Jumlahnya tdk banyak, mungkin cuma 3 tetes, tetapi jelas sekali meleleh keluar. Melihat reaksi itu, penisku mulai bangun. Belum terlalu sempurna tetapi cukup keras untuk disodokkan ke meki Ririn. Aq langsung menindih Ririn dan terasa mekinya mencekat dan masih ada sisa cenat-cenutnya. Aq genjot langsung dengan gerakan cepat.

Nikmat sekali rasanya. Ririn merintih-rintih, dan dia kembali mendapatkan orgasme berkualitasnya. Aq menengarai itu karena Ririn kembali menjerit seperti tadi. Aq tdk memberi kesempatan dia melampiaskan orgasmenya, aq terus menggenjotnya.

“Oom ampun oom udah om, mekiku ngilu.” Aq tdk memperdulikannya dan terus menggenjot. Sambil mengiba-iba Ririn juga mendesis-desis seperti menikmati persetubuhan ini. Itulah maka aq tega menggenjot terus dan memang benar Ririn kembali menjerit. Pada saat mencapai orgasme, lubang meki terasa lebih nikmat karena makin ketat mencengkeram dan ada ritme di dalamnya.

Kuhentikan sebentar sampai orgasmenya tuntas lalu kugenjot lagi. Mekinya terasa makin sempit sehingga aq merasa nikmat dan mengantarku mencapai puncaknya. Aq sudah seperti lupa daratan sehingga ketika mencapai orgasme kubenamkan dalam-dalam penisku ke mekinya. Ririnpun menjerit, rupanya dia juga sampai kepada puncak tertingginya.

“Seru banget mainnya, dan berisik,” kata Linda yg duduk bersila dengan tubuh telanjang menonton pertempuranku.

“Gila lu Ni kecil-kecil, ngeseknya kuat juga,” kata Linda mengomentari adik sepupunya.

Aq istirahat sebentar. Ririn sempat tertidur dan mendengkur halus. Kulihat jam sudah menunjukkan jam 8 pagi lewat 10 menit. Aq menggamit Linda dan membangunkan Ririn. Kami mandi bertiga di kamar mandi sambil saling menyabuni.

Pagi itu badanku terasa ringan sekali. Kami bertiga turun ke coffee Shop untuk sarapan pagi. Ririn terkagum-kagum oleh banyaknya ragam sarapan pagi yg tersedia. Mungkin dia belum pernah mengalami hal semacam ini. Sambil menyantap makanan, Ririn mengusulkan agar bisa menginap semalam lagi di hotel ini. Linda setuju. Kami memang akhirnya menambah satu malam lagi di hotel. Sepanjang siang aq hanya jalan keluar bersama mereka makan di bawah. Mereka mondar-mandir keluar masuk kamar membawa belanjaan. Linda dan Ririn memang kubekali uang yg lumayan banyak untuk sekedar belanja membeli pakaian dan sepatu di mall di bawah hotel.

Hari berikutnya, aq menyempatkan ke Bojonegoro membereskan urusanku. Linda dan Ririn membatalkan pulang kampung. Mereka ikut aq. Dari Bojonegoro aq langsung memboyong mereka ke Surabaya. Di kota Pahlawan itu aq juga memilih hotel yg menyambung dengan Tunjungan Plaza. Mereka senang sekali bebas berkeliaran di mall, sementara aq milih tidur saja di kamar menjaga stamina.

Melawan Linda, bagiku tdk berat, tetapi melayani nafsu Ririn kecil aq agak kewalahan juga. Kecil-kecil kemauannya besar sekali. Ririn tdk jadi dipulangkan ke kampung, dia ke Jakarta lagi dan kost bersama Linda. Linda memilih tempat kost di dekat tempat kerjanya sehingga dia hanya perlu jalan kaki saja. Aq yg membantu membayar sewa kostnya. Di kala sedang suntuk oleh pekerjaan, aq melampiaskan kepada dua mekiku itu.

Comments are disabled
Rate this article