Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Bendera ISIS berkibar di kawasan perkantoran Pemprov Jambi

Bendera ISIS berkibar di kawasan perkantoran Pemprov Jambi

BERITA UMUM

BeritaHoki.com - Bendera kelompok radikal Islamic State Iraq and Syria (ISIS) ditemukan terpasang di pinggir kolam air mancur kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi, Jumat (8/8).

Selain satu buah bendera di pinggir kolam, sejumlah stiker ISIS ditemukan menempel di pagar kantor Kejati dan kantor Satpol PP Provinsi Jambi.

Kabid Penanganan Konflik Kesbangpol Provinsi Jambi, Sigit mengatakan bendera ISIS itu ditemukan sudah terpasang sekitar pukul 06.30 WIB. Mengetahui hal tersebut, petugas langsung menurunkan bendera dan mencabuti sejumlah stiker tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, stiker ISIS juga ditempelkan orang yang di duga kelompok militan di depan Kampus Universitas Batanghari, kawasan Broni Telanaipura Jambi.

Dengan ditemukanya bendera ISIS berkibar di Jambi tersebut, Sigit menduga organisasi militan itu sudah masuk ke wilayah Jambi.

Menko Polhukam Djoko Suyanto di Jakarta pada 4 Agustus menyatakan pemerintah menolak paham ISIS berkembang di Indonesia karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan kebhinekatunggalikaan yang menaungi NKRI.

“Pemerintah dan negara menolak dan tidak mengizinkan paham ISIS yang akhir-akhir ini menjadi IS (Islamic State) berkembang di Indonesia,” ujar Djoko, seperti dikutip dari Antara, Jumat (8/8).

Djoko mengatakan setiap pengembangbiakan paham tersebut harus dicegah dan Indonesia tidak boleh menjadi tempat bersemayam paham ISIS/IS.

Menkopolhukam menegaskan bahwa warga Indonesia harus menghormati negaranya sendiri yang menganut asas kebhinekatunggalikaan yang terdiri atas beragam suku, agama, ras, dan golongan.

Ia juga mengemukakan, salah satu tindakan yang bakal dilakukan pemerintah adalah mencegah berdirinya perwakilan formal dari ISIS/IS. Ia mengutarakan harapannya agar seluruh komponen masyarakat dapat mencegah penyebaran paham ISIS/IS di Indonesia.

Comments are disabled
Rate this article