Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Anak di bawah umur yang divonis mati disiksa polisi saat diperiksa

Anak di bawah umur yang divonis mati disiksa polisi saat diperiksa

Berita Umum

BeritaHoki.com – Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah melakukan investigasi ke Nusakambangan, Riau, dan Nias untuk mencari fakta tambahan terkait kasus terhadap Yusman Telaumbanua dan Rusula Hia.

Yusman Telaumbanua dan kakak iparnya Rasulah Hia, divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim PN Gunungsitoli karena dituduh melakukan pembunuhan berencana pada Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang, dan Rugun Br Halolo di Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara.

Koordinator KontraS Haris Azhar menegaskan, usia Yusman masih di bawah umur yaitu 16 tahun saat vonis mati tersebut dijatuhkan Majelis Hakim kepadanya. Selain adanya dugaan rekayasa kasus soal umur, KontraS juga mengendus adanya penyiksaan yang dilakukan penyidik Polres Gunungsitoli kepada Yusman dan Rusula.

“Di kepala Rusula terdapat bekas luka sepanjang 3 cm akibat dipukul dengan balok kayu oleh anggota Polres Gunungsitoli. Selain itu, di alis kanan Yusman masih ada bekas luka dipukul dengan cincin oleh penyidik Polres Gunungsitoli berinisial A yang memaksanya untuk menyatakan usianya sudah 19 tahun,” kata aktivis KontraS Satrio Wirataru kepada wartawan di Kantor KontraS, Jakarta, Sabtu (28/3).

Satrio yang juga melakukan investigasi langsung itu memperlihatkan foto Yusman akan bekas luka yang dia alami. Selain itu, KontraS juga memperlihatkan dokumen-dokumen seperti kartu keluarga yang menunjukkan Yusman masih di bawah umur untuk dihukum mati.

“Ada penyiksaan dan pemalsuan usia Yusman, kita bertemu langsung dengan orang tuanya di Riau. Kemudian kita ke Nias dan tanya tetangga-tetangga kampung Yusman dan Rusula di sana,” jelasnya.

Menurut Satrio, dari keterangan kakak Yusman yang bernama Boris, Yusman memang lahir pada tahun 1996. Oleh karena itu, saat putusan majelis hakim memvonis mati terhadap Yusman, dirinya belum genap 19 tahun.

Selain itu, Yusman mengalami penyiksaan lantaran dipukul oleh penyidik agar mengakui perbuatannya. Dia dipukul dengan balok kayu dan kepalan tangan penyidik yang jemarinya terpasang cincin.

“Dipukul dengan balok kayu oleh polisi berinisial A dan F, dipukul dengan cincin,” terangnya.

Diketahui, Yusman Telaumbanua dan kakak iparnya Rasulah Hia, divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim PN Gunungsitoli. Keduanya dituduh melakukan pembunuhan berencana pada Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang, dan Rugun Br Halolo di Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara.

Pembunuhan itu terjadi pada April 2012, saat ketiganya dari Medan datang ke Nias untuk membeli tokek dari Ucok dan Rasulah Hia. Setelah tiba di Nias pada malam hari, Rasulah Hia menyuruh 4 orang tukang ojek untuk menjemput ketiganya.

Tak sampai di tempat tujuan, ketiga orang itu malah dibunuh oleh tukang ojek dengan cara yang sadis, karena mereka menduga para korban membawa uang dalam jumlah besar dan hendak merampasnya.

Comments are disabled
Rate this article