Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / 5 Obyek Wisata Anti-Mainstream untuk Liburan Akhir Tahun

5 Obyek Wisata Anti-Mainstream untuk Liburan Akhir Tahun

5 Obyek Wisata Anti-Mainstream untuk Liburan Akhir Tahun

Libur akhir tahun sudah semakin dekat. Sudahkah Anda memiliki destinasi wisata untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman?

Indonesia punya banyak destinasi yang menarik untuk dikunjungi akhir tahun. Public Relations and Media Officer Pegipegi, Devi Agustina, punya beberapa pilihan destinasi wisata anti-mainstream sebagai rekomendasi libur akhir tahun.

“Dari perspektif pegipegi, saya menyarankan untuk pergi ke Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Sumba, dan Sukabumi. Anti-mainstream itu pada umumnya gak┬ábiasa dilakukan tapi bagaimana caranya itu ngulik, lima kota favorit itu obyek wisata baru di kota-kota tapi banyak kok yang baru di sana,” jelas Devi kepada KompasTravel, Rabu (25/10/2017).

Menurut Devi, lima kota tersebut punya obyek-obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Meskipun tiga dari lima kota tersebut terbilang sering didengar sebagai tujuan wisata akhir tahun.

“Banyak destinasi baru yang instagramable. Orang kan butuh pergi ke suatu tempat untuk di-upload┬áke sosial media,” ujar Devi.

Berikut destinasi serta obyek wisata untuk libur akhir tahun pilihan dari Pegipegi.

 

Hutan Pinus Mangunan masuk dalam kawasan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan. Lokasinya yang searah dengan Makam Raja-raja Imogiri seringkali membuat wisatawan terkecoh dengan menyebutnya Hutan Pinus Imogiri. Jakarta

Mengapa Jakarta masuk ke destinasi wisata anti-mainstream? Devi mengatakan di Jakarta ada tempat wisata baru yang bisa menjadi pilihan.

Menurutnya, biasanya orang menghabiskan waktu libur tahun baru ke Kebun Binatang Ragunan atau berenang di wahana Taman Impian Jaya Ancol. Namun, ada obyek wisata baru seperti Faunaland di kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang bisa dikunjungi.

“Itu Faunaland kombinasi kebun binatang di Australia dan Asia. Jadi untuk antisipasi dan gak itu-itu saja obyek wisatanya,” jelas Devi.

Yogyakarta

Wisata ke Yogyakarta tak sekedar Jalan Malioboro. Devi mengatakan ada beberapa wisata yang anti-mainstream seperti di Imogiri.

“Di Yogyakarta itu misalnya, di Imogiri tak hanya Kebun Buah Mangunan. Ada wisata seperti di Jurang Tembelan. Di sana bisa foto-foto seperti di kapal dari kayu. Ada pemandangan bukit. Favoritnya kalau orang foto di sana pagi, di bawahnya kelihatan awan dan sunset. Jadi pagi dan sore hari,” jelasnya.

Ada pula di obyek wisata 1.000 Batu Songgolangit di Bantul. Devi menambahkan ada pula obyek wisata di Gunung Kidul yang memiliki banyak pantai yang bisa dikunjungi.

“Di sana (Gunung Kidul), banyak pilihan pantai. Jadi tak hanya di Pantai Parang Tritis,” ujarnya.

 

Wisatawan beristirahat di salah satu obyek wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu di Puncak Panenjoan, Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Sukabum, Jawa Barat, Sabtu (22/4/2017). Bandung

Devi menyebut, wisatawan pergi ke Bandung untuk menikmati wisata kota. Namun, ada tempat wisata yang bisa dikunjungi seperti The Lodge Maribaya.

“Kalau Bandung itu lebih ke wisata alamnya. Karena kan penat kalau di kotanya,” ujarnya.

Sukabumi

“Sukabumi itu banyak spot-spot menarik. Di Sukabumi punya paket komplit. Wisata ke Sukabumi butuh 3-4 hari untuk jelajah,” kata Devi.

Sukabumi setidaknya punya sembilan air terjun seperti Curug Puncak Jeruk, Cimarinjung, dan air terjun lainnya. Ada pula dataran tinggi seperti Puncak Geopark Ciletuh, Puncak Girimukti, Cikiara, Mekarsakti dan tempat-tempat lainnya.

“Ada juga pulau-pulau kecil seperti Pulau Karang Daeu. Wisata sejarah, batuan purba, dan geyser (air panas),” tambahnya.

Sumba

Destinasi wisata Sumba di Nusa Tenggara Timur terkenal dengan pantainya. Devi menyebut ada sebuah pantai yang menarik untuk dikunjungi seperti Pantai Walakiri di Sumba Timur.

“Pantai Walakiri ini pantai sama pada umumnya. Namun, di pantai ini kalau airnya surut, area pasirnya bisa lebih luas. Kita bisa main lebih jauh dan ada area mangrove. Pas sunset orang bisa foto dengan siluet di pohon mangrove,” ujarnya.

Comments are disabled
Rate this article